Lombok Timur, barbaretodotcom – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Lombok Timur, pada hari ini Kamis 16 April 2026 menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) periode pengurus 2026-2031.
Kegiatan Muscab berlangsung khidmat di Lombok Syariah Hotel, Selong. Dibuka langsung oleh Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKB Nusa Tenggara Barat, Lalu Hadrian Irfani beserta dengan jajaran pengurus, dewan syuro dan PAC se Lombok Timur.
Ketua DPC PKB Lombok Timur, Abrorni Luthfi mengatakan, pada Muscab kali ini Ia menargetkan kemenangan pada Pemilu mendatang. Bahkan menargetkan kursi pimpinan pada gelaran pesta demokrasi yang akan datang.
“Period terdahulu PKB hanya meraih empat kursi, namun tentu kita berharap pada pemilu mendatang PKB harus bisa meraih kursi pimpinan, Insyallah,” tegasnya. (16/4/2026)
Selain itu, Ia menjelaskan jika dahulu Partai yang dipimpin oleh Muhaimin Iskandar ini, khususnya di Lombok Timur mempunyai mesin penggerak yang kurang cepat karena diakibatkan oleh kurangnya jalinan emosional antara pusat dan daerah.
Namun saat ini, Ia mengakui jika sinergi antara kader partai yang ada di daerah, baik yang di kabupaten maupun provinsi dengan yang ada di pusat sudah terjalin maksimal.
“Cita-cita ini bukan tidak ber alasan, kalau dulu mungkin PKB tidak bisa meraih kursi pimpinan karena sinergi antara calon provinsi dengan pusat masing-masing berjalan sendiri. Kalau hari ini kami bersyukur, kami punya wakil di DPR RI yang memberikan kontribusi yang nyata,” paparnya.
Berlandaskan itulah, Ia yakin jika PKB pada pemily mendatang bisa meraih kemenangan yang besar dan tentunya sesuai dengan yang diharapkan.
“Saya yakin ini yang membuat PKB akan berkembang pesat di pemilu mendatang,” tandasnya.
Sementara itu, Ketua DPW PKB NTB, Lalu Hadrian Irfani menyebut jika Muscab kali ini menggunakan metode baru yakni adu gagasan. Bukan dengan cara perolehan dukungan terbanyak dari masing-masing PAC.
“Kalau tahun-tahun sebelumnya muscab diwarnai dengan interik politik, dengan bergeriliya ke tokoh-tokoh. Namun ternyata muscab dengan model seperti itu masih menyisakan konflik di internal. Sehingga metode muscab diubah pada muktamar PKB, maka pada saat ini muscab ditentukan oleh DPP PKB,” jelas pria yang juga sebagai Wakil Ketua Komisi X DPR RI itu.
Sehingga, pada pagelaran muscab kali ini Ia menekankan konsolidasi dan perkuat sinergi untuk meraih kemenagan pada pemilu mendatang. Tentu hal itu tidak bisa dilepas dari program-program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Oleh sebab itulah, Ia juga meminta kepada kader partai PKB, wabilkhusus di Lotim untuk mengambil peran di tengah masyarakat guna memberikan pengawalan program yang bersinggungan langsung dengan masyarakat, seperti salah satunya pendidikan. (gok)

