Dinas Keswan Lotim Siapkan Langkah Antisipasi Gejolak Sosial Akibat Penyakit PMK Pada Sapi

0
78
Dinas Keswan Lotim Siapkan Langkah Antisipasi Gejolak Sosial Akibat Penyakit PMK Pada Sapi
Foto: Ir. Mashyur

BARBARETO.com | Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) saat ini tengah mewabah di Indonesia yang tak hanya berdampak pada kerugian ekonomi bahkan berpotensi menimbulkan gejolak sosial.

Penyakit PMK merupakan penyakit hewan yang bersifat akut dan memiliki angka kesakitan mencapai 90-100 persen pada hewan berkuku belah seperti sapi, kerbau, kambing, domba dan babi serta penyebarannya sangat cepat, namun tidak bersifat Zoonosis (tidak menular/aman pada manusia).

Data terakhir di Lombok Timur, terdapat 243 ternak terkonfirmasi di Kecamatan Aikmel sembuh 92, Suela 26 sembuh 10, Labuhan haji 6, Montong gading 2 sembuh 1, Wanasaba 43 sembuh 8 ekor, Pringgabaya 2 ekor 1 di potong paska sementara Kecamatan Selong hanya 1.

Menyikapi hal tersebut, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Lombok Timur mengklaim sudah melakukan beberapa langkah preventif jauh hari sebelumnya adanya kasus baru dengan menggerakkan seluruh Dokter Hewan yang ada di Lombok Timur.

“Kita jauh hari sudah melakukan langkah antisipasi bahkan sebelum adanya kasus pertama,” jelas Ir. Mashyur, Jum,at (13/05/2022).

Baca juga : 70 Ekor Ternak di Lombok Timur Terkena PMK

Dalam waktu dekat Lanjut Mashyur, Pemerintah Lombok akan menutup pasar hewan pada Senin mendatang selama tiga minggu, di samping menutup setiap kandang peternakan untuk sementara, mengingat langkah ini adalah satu-satunya cara memutus rantai penyebaran saat di samping mengupayakan vaksin untuk ternak.

“Satu-satunya cara untuk memutus rantai penyebaran adalah dengan menutup semua akses yang membatasi mobilitas peternak,” paparnya.

Masih kata Mashyur, peredaran ternak di Kabupaten merupakan wewenang Provinsi, dengan demikian semoga wabah menjadi pembelajaran berharga.

Dirinya juga menghimbau peternak agar tidak panik, serta bersabar, jangan karena adanya wabah ini peternak menjual ternaknya dengan harga rendah, terlebih potensi kesembuhan dar PMK di Lombok Timur tergolong tinggi.

“Para peternak agar tidak panik dulu, perbanyak sabar, serta tingkatkan kewaspadaan dengan mematuhi segala arahan Pemerintah,” pungkasnya.