Gerebek Salon, Polisi Ciduk 2 Orang Telanjang

Gerebek Salon, Polisi Ciduk 2 Orang Telanjang

barbareto.com | Diduga sebagai lokasi bisnis prostitusi, sebuah salon yang terletak di wilayah Cakranegara Kota Mataram di gerebek tim Reskrim Polsek Sandubaya dan Unit TPPO Polresta Mataram pada Senin 4 April 2022.

Dijelaskan Wakapolresta Mataram, AKBP Syarif Hidayat saat Konferensi Pers, penggrebekan tersebut dilakukan berkat informasi dari masyarakat.

“Pada penggerebekan tersebut kami mengamankan dua terduga (Laki dan Perempuan, red) saat berada di sebuah bilik dalam keadaan tidak memakai pakaian (telanjang),” jelasnya Rabu 6 April 2022.

Selain dua orang tadi imbuh Syarif, tim kepolisian juga ikut mengamankan empat orang lainnya termasuk pemilik salon guna mempertanggung jawabkan terhadap aktivitas yang terjadi di Salon tersebut.

Pelaku yang diamankan saat kedapatan di dalam sebuah bilik skat tersebut, yakni berinisial ENS, perempuan 29 tahun dan GAS, pria 20 tahun. Dimana keduanya ditemukan dalam keadaan telanjang, dan menurut keterangan terduga belum melakukan hubungan badan.

“Memang mereka tidak ditemukan saat melakukan hubungan badan, namun kami menemukan dalam keadaan telanjang,” ungkapnya.

Baca juga : Pasangan Bukan Suami Istri Diciduk Saat Wik-wik di Kamar Hotel

Untuk melengkapi berkas kasus, tim juga mengamankan alat komunikasi kedua terduga serta alat komunikasi pemilik salon. Selain itu, petugas juga ikut mengamankan satu buah kondom bekas, serta uang tunai Rp. 400.000.

Oleh karena itu sambung Wakapolresta, kedua terduga diamankan beserta barang bukti, serta pekerja dan pemilik salon untuk dilakukan penyelidikan terhadap kasus yang diduga Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

“Sementara ini kami akan mengumpulkan keterangan dari terduga maupun keempat orang yang diamankan untuk mengetahui secara mendalam terkait dugaan tindak pidananya,” ucapnya.

Berdasarkan keterangan yang dikumpulkan sementara, bahwa mereka (terduga, red) menjalankan aksinya melalui sebuah aplikasi Michat. Melalui aplikasi ini kedua terduga bertransaksi untuk sepakat melakukan hubungan badan dengan bayaran RP. 400.000.

“Dari keterangan terduga (perempuan) bahwa dari hasil tersebut akan disetor Rp. 200.000, ke pemilik salon. Dan menurut nya pemilik Salon juga sering menawarkan pada tamu untuk melakukan Spa Plus-plus,” pungkasnya.