Kasus Penganiayaan Santri di Lombok Tengah, TGB Tegaskan Ponpes Tidak Terafiliasi NWDI

Lombok, barbareto.com – Kasus dugaan penganiayaan yang terjadi kepada salah seorang santri di salah satu Pondok Pesantren (Ponpes) yang berlokasi di Lombok Tengah tengah ramai diperbincangkan oleh masyarakat.

Selaku Ketua Umum Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI), Tuan Guru Bajang (TGB) Dr. Muhammad Zainul Majdi menegaskan jika Ponpes yang berkasus tersebut tidak terafiliasi dengan organisasi yang dipimpinnya.

“Terkait kasus penganiayaan santri, seorang anggota DPR menyebut afiliasi organisasi pondok pesantren tersebut dan menyebut nama saya. Agar tidak menjadi fitnah, saya ingin menyampaikan beberapa hal berikut. Pertama pondok pesantren tempat terjadinya kasus penganiayaan tersebut tidak berada di bawah naungan organisasi yang saya pimpin, yaitu nahdlatul wathan diniyah islamiyah atau NWDI. Namun berada di bawah naungan organisasi lain,” tegasnya melalui akun sosial media TGB. (14/7/2026)

Walaupun demikian, menurutnya, peristiwa pidana yang ada jangan sampai digunakan untuk memojokkan satu organisasi atau kelompok tertentu.

“Silahkan usut tuntas pidananya, hukum siapapun yang bersalah. Tapi jangan bawa-bawa organiasi tertentu,” sambungnya.

Mantan Gubernur NTB dua periode itu juga melanjutkan, terlebih lagi organisasi yang disebut itu telah banyak berjasa dalam perjuangan meraih kemerdekaan dan mencerdaskan bangsa.

“Saya mohon para penegak hukum secara cepat dan tegas menyelesaikan masalah ini agar tidak melebar ke mana-mana. Masyarakat jangan dibiarkan berspekulasi sehingga akhirnya menimbulkan fitnah,” tuturnya.

Pada kesempatan itu juga, Ia mengajak masyarakat agar mempercayakan bahwa pesantren tetap menjadi rumah yang aman dan nyaman untuk semua santri dan membangun karakternya.

“Saya insyaallah kami semua seluruh kalangan pesantren berterima kasih atas semua kritik masyarakat. Bahkan dalam bentuk yang sangat keras kepada pondok pesantren. Kami yakin bahwa itu semua lahir karena peduli dan cinta. Insyaallah itu semua menjadi bahan Muhasabah bagi kami di pondok pesantren untuk memperbaiki kekurangan yang ada memastikan semua santri mendapat perlindungan lahir dan batin,” tutupnya. (gok)

Febriga Rifky
Febriga Rifky
Febriga Rifky adalah Pemimpin Redaksi Barbareto. Ia bertanggung jawab atas kebijakan redaksional, pengawasan isi pemberitaan, serta memastikan seluruh produk jurnalistik Barbareto memenuhi standar etika jurnalistik dan Pedoman Media Siber.
RELATED ARTICLES

Most Popular