Polresta Mataram

PUPR Lotim Menanam Pipa di Lahan Warga, Pemilik Lahan: Mereka Tak Pernah Izin

Lombok Timur-NTB. BARBARETO – Lahan tempat pemasangan pipa aliran dari Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Dasan Bantek, Kelurahan Suryawangi, Kecamatan Labuhan Haji, Lombok Timur, yang dikerjakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Permukiman Rakyat (PUPR) diduga belum memiliki izin dari pemilik lahan.

Berdasarkan pengakuan dari Husein (68) sebagai pihak pemilik lahan tempat pipa itu terpasang, mengaku dari sebelumnya ia tidak pernah diberitahukan terkait tentang penanaman pipa di lahan kebunnya tersebut.

“Kami tidak pernah ada pemberitahuan dari pihak PUPR, mengenai keberadaan pipa itu,” sebut Husein ketika ditanya media apakah PUPR Lotim sudah melakukan sosialisasi terkait adanya penanaman aliran pipa pada SPAM Dasan Bantek. Senin, 9/11/2020.

Ia mengatakan keberadaan dari pipa yang menjalar dari mesin ke tempat penampungan air itu, diketahuinya sekitar satu bulan yang lalu ketika ingin menanam pohon di lokasi tepat pada penanaman pipa itu.

Dari pengakuan Husein, bahwa ia merasa was-was ke depannya dengan keberadaan pipa itu. Pasalnya ketika nanti ada kerusakan yang terjadi pada pipa tersebut, pasti dirinya yang disalahkan oleh pihak pengelola SPAM Dasan Bantek.

Oleh sebab itulah, Husni (40) selaku anak dari Husein ketika di sela-sela pembicaraan, meminta agar pihak PUPR seharusnya bisa sportif dalam hal ini.

Walaupun pipa tersebut merupakan proyek tahun 2009, namun kata Husni saat ini pipa itu kembali diaktifkan, yang artinya jika terjadi kerusakan terhadap pipa yang terpasang itu pasti yang disalahkan adalah tentu pemilik lahan setempat.

“Ketakutan kami, ketika pipa itu tidak sengaja kami rusak karena berada di kebun, pastinya kami pemilik lahan yang disuruh bertanggung jawab. Padahal kami juga tidak tahu keberadaan dari pipa itu,” tutur Husni.

Dalam hal ini, pihak pemilik lahan tempat penanaman pipa tersebut hanya menginginkan kesetaraan pada persoalan ini. Husein meminta dibuatkan keran nantinya pada pipa tersebut, kalau tidak memungkinakan dibuatkan keran maka ia meminta agar PUPR membayar pemasangan pipa tersebut.

Tentu hal itu disampaikan Husein bukan tanpa alasan, mengingat lahan warga lain yang juga menjadi tempat pembangunan mesin SPAM menurutnya sudah dibayarkan. Untuk itulah, ia menuntut pembayaran juga terhadap lahannya yang terkena imbas dari aliran pipa SPAM Dasan Bantek.

“Minimal dipasangkan keran pada pipa itu, kalau memang itu tidak bisa seharusnya PUPR membayar penanaman pipa di lahan kami. Lahan warga yang lain sudah dibayarkan, kenapa kami belum dibayar sampai dengan saat ini,” protes Husein.

Menjawab keluhan dari warga pemilik lahan tersebut, Kepala Bidang Cipta Karya PUPR Lotim Makrifatullah menerangkan jika pipa itu memang sudah dari 15 tahun yang lalu terpasang di lokasi tersebut.

Atas dasar itulah, nantinya dirinya akan berkoordinasi langsung dengan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Lotim untuk menyelesaikan persoalan aliran pipa yang tertanam di lahan warga.

“Terkait pipa yang naik itu, nanti kami akan panggil pemilik tanah bersama dengan PDAM,” tandasnya.

Pada intinya, Makrif menginginkan agar tidak ada masyarakat yang tersakiti dengan adanya pembangunan SPAM Dasan Bantek tersebut. Karena menurutnya air merupakan kebutuhan utama dari masyarakat, tentu hal itu harus dirasakan juga manfaatnya bagi masyarakat Lotim, tak terkecuali yang ada di Labuhan Haji.

Adapun terkait dengan sosialisasi yang dilakukan sebelum pembuatan pipa itu, Makrif menjelaskan bahwa pihaknya selalu melakukan sosialisasi sebelum mengerjakan pembangunan, termasuk pada penanaman pipa SPAM Dasan Bantek.

“Sebelum bekerja kita selalu melakukan sosialisasi, sampai dengan pekerjaan itu 100% juga kita sampaikan ke masyarakat,” tegasnya.

Open chat
%d blogger menyukai ini: