Lombok Timur, barbareto.com – Pelayanan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raden Soedjono Selong dinilai sebagian masyarakat masih belum optimal.
Menyikapi hal tersebut, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lombok Timur meminta rumah sakit andalan masyarakat Lotim itu segera berbenah dan melakukan penataan birokrasi agar seluruh masyarakat merasa terlayani dengan baik.
Ketua Komisi II DPRD Lombok Timur, H. Muhammad Holdi, meminta semua pemangku kepentingan (stakeholder), terutama Dinas Kesehatan, rumah sakit, hingga puskesmas, untuk segera menggelar rapat koordinasi terkait penataan birokrasi.
Menurutnya, persoalan pelayanan tidak terlepas dari kondisi personel di masing-masing instansi yang dinilai belum merata.
“Ada juga yang numpuk, ada juga yang sangat kurang, nah ini mungkin butuh penataan. Ada juga yang sama sekali mungkin kosong dokternya,” katanya.
Di sisi lain, Direktur RSUD Raden Soedjono Selong, dr. Anjasmoro, berjanji akan meningkatkan kualitas pelayanan rumah sakit ke depan.
Ia menjelaskan bahwa pihaknya menerapkan sistem triase dengan jalur hijau, kuning, dan merah untuk memastikan penanganan pasien sesuai tingkat kegawatannya.
“Kita punya triase, jalur hijau, jalur kuning dan jalur merah. Tetap kita akan prioritaskan yang jalur-jalur merah tersebut. Jika pasien sudah di IGD maka kita akan rujuk pasien apakah akan pulang atau tetap observasi, atau apakah harus dipindahkan ke ruang perawatan, atau kita rujuk pasien ke rumah sakit dengan tipe di atasnya,” jelasnya.
Anjasmoro juga menegaskan komitmen pihaknya untuk terus melakukan transparansi dalam pemeriksaan serta membenahi layanan secara berkelanjutan.
“Transparansi tetap kita lakukan pemeriksaan, jadi kami siap beban rumah sakit akan kami kurangi. Terkait dengan layanan-layanan kami tetap akan kembangkan, bukan hanya layanan yang sebelumnya sudah ada tapi tetap kita benahi-benahi terus,” sebutnya. (gok)
