Babinsa Kodim 1621/TTS bersama Tim SAR Gabungan Evakuasi Jenasah Korban Banjir Noetoko

Babinsa Kodim 1621/TTS bersama Tim SAR Gabungan Evakuasi Jenasah Korban Banjir Noetoko

BARBARETO.com | Babinsa Kodim 1621/TTS, Sertu Baso Pajung dan Serda Maksi Mantolas bersama tim evakuasi Basarnas Provinsi NTT kembali melakukan pencarian dengan membagi 2 kelompok, ada yang menyisir pinggiran hulu sungai dan ada yang menyisir pinggiran hilir sungai dengan berjalan kaki.

Pada Minggu, 03 Juli 2022 sekitar pukul 15.00 wita, Babinsa Kecamatan Amanatun Selatan, Sertu Baso Pajung dan Serda Maksi Mantolas, mendapat informasi dari Dan Pos Ramil Boking, Sertu Amos Na’u yang menerima laporan dari warga Desa Nunkolo, Lukas Banunaek, bahwa di kali Menu telah di temukan sesosok mayat, mendapatkan informasi tersebut, Sertu Amos Na’u mendatangi TKP dan memastikannya, selanjutnya menghubungi Babinsa Amanatun Selatan.

Atas informasi dari Danpos Boking Sertu Amos Na’u, maka tindakan yang diambil oleh Babinsa Amanatun Selatan Sertu Baso Pajung dan Serda Maksi Mantolas, segera berkoordinasi dengan Polsek Amanatun Selatan, Basarnas Provinsi NTT, Puskesmas Amanatun Selatan dan pihak keluarga.

Selajutnya pada hari Minggu sekitar pukul 17.00 wita, tim berangkat menuju TKP di Kali Menu RT/RW 08/03 dusun III desa Nunkolo Kecamatan Nunkolo, TTS, untuk memastikan bahwa benar penemuan sesosok mayat tersebut adalah warga desa Netutnana yang terseret arus banjir pada Rabu lalu.

Setelah memastikan mayat tersebut benar adalah Korban terseret banjir Noetoko, yaitu Adrison Ngedo, Laki-laki, 13 Tahun, Pelajar, Kristen Protestan, alamat Desa Netutnana, Kecamatan Amanatun Selatan, TTS, Babinsa bersama tim evakuasi Basarnas, Anggota Polsek serta pihak keluarga melakukan evakuasi.

Selanjutnya Tim Evakuasi Basarnas NTT, menyerahkan jenasah secara tertulis kepada keluarga disaksikan oleh Kepala Desa Netutnana, Babinsa Kodim 1621/TTS dan anggota Polsek Amanatun Selatan.

Kepala Desa mewakili Keluarga Korban Menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Babinsa Kodim 1621/TTS, Tim evakuasi Basarnas, anggota Polsek, petugas Puskesmas, serta seluruh Masyarakat yang terlibat dalam pencarian jenasah.

“Dalam tiga hari pencarian telah menguras tenaga dan waktu sehingga kami juga tentunya menyampaikan permohonan maaf,” pungkasnya. (Pendim 1621/TTS-RedBB)