Polresta Mataram

Dinsos Lotim Lakukan Evaluasi Terhadap Kinerja 254 Operator SIKS

Lombok Timur-NTB. BARBARETO – Keberadaan operator desa atau yang dikenal dengan operator SIKS-NG (Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial – Next Generation) pada masing-masing desa di Lombok Timur, di yakini banyak membantu pemerintah dalam hal pendataan masyarakat.

Dari hasil pendataanya, dijadilan sebagai acuan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Sehingga dalam upaya itu, Dinas Sosial setempat melakukan rapat evaluasi kinerja pada 254 Operator desa/kelurahan. Kegiatan itu berlangsung di Kantor Bupati setempat Selasa (3/11/20).

Kepala Dinas Sosial Lombok Timur H. Ahmat mengatakan, rapat evaluasi kinerja operator desa tersebut adalah untuk mengetahui sejauh mana peran fungsinya dalam menjalankan tugas selama setahun sehingga pada kesempatan itu, Ia berharap pada tahun 2021 mendatang hasil pendataannya menjadi lebih bagus dari sebelumnya.

Walau dinas yang dipimpinnya tidak mampu memberikan sumbangan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tetapi dengan cara mendata dan mengetahui jumlah masyarakat yang masuk DTKS, diyakininya akan menjadi salah satu aset terbesar yang akan berefek pada pengurangan beban pemerintah daerah.

Sebab bantuan JKN/KIS saat masuk DTKS akan menjadi tanggungan Kementerian Sosial yang tertuang dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).

“Kalau kita melihat sekarang beban Pemda untuk JKN/KIS sekitar 28 M. Tapi kedepan begitu operator desa telah selesai mendata dan masuk di DTKS maka secara otomatis beban APBD akan terkurangi,” sebutnya.

Ahmat menekankan semua operator desa itu, agar sungguh-sungguh dalam melakukan pendataan dengan melihat kondisi masyarakat secara obyektif dengan memasukkan mereka yang kurang mampu dan belum mendapatkan bantuan dalam DTKS. Tujuannya supaya tidak terjadi keributan ketika bantuan turun seperti pada saat awal-awal pandemi Covid-19.

Dalam kesempatan itu Ia mengharapkan agar semua desa agar memiliki satu bank data yang dapat diakses dan selalu diupdate agar pengentasan kemiskinan dapat berkurang dan tertangani dengan baik. 

“Kegiatan ini secara bertahap selama tiga hari dan tetap mengacu pada protokol Covid-19,”sebutnya

Lanjut dikatakan, Ahmat peserta yang menjadi anggota SIKS-NG tersebut kebanyakan diambil dari perangkat desa serta dari unsur masyarakat, pemuda yang faham dengan IT sebab dalam pendataannya selalu online.

“Desa yang mengusulkan ke dinas melalui surat permintaan desa kemudian baru kami yang meng SK-kan,” tutupnya.

Open chat
%d blogger menyukai ini: