More
    BerandaNasionalMengapa Awak Kapal Selam Tidak Berusaha Keluar Menyelamatkan Diri?

    Mengapa Awak Kapal Selam Tidak Berusaha Keluar Menyelamatkan Diri?

    BARBARETO – Tekanan udara diukur dalam satuan Atm (Atmosfer). Atmosfer adalah lapisan udara yang menyelimuti sekaligus menekan permukaan Bumi, termasuk permukaan lautan.

    Dikehidupan sehari-hari, tubuh kita mendapat tekanan udara sebesar 1 atm dimana 1 atm = 1,033 Kg/Cm2.

    Artinya, lapisan Atmosfer Bumi akan menekan setiap satu sentimeter persegi permukaan tubuh kita dengan tekanan seberat 1 Kilogram, lebih dikit. Tekanan maksimal yang mampu diterima manusia adalah antara 4-5 atm.

    Di laut, tekanan 1 atm akan dialami disetiap kedalaman 10 meter. Jadi jika di laut kita menyelam sedalam 10 meter maka tubuh kita akan mengalami tekanan sebesar 2 atm

    Perinciannya sebagai berikut, 1 atm tekanan atmosfer Bumi diatas permukaan laut + 1 atm tekanan air laut dikedalaman 10 meter dibawah permukaan laut.

    Anggaplah KRI Nanggala-402 memiliki batas kedalaman selam 350 meter dibawah permukaan laut dengan batas tekanan 36 atm. Maka jika KRI Nanggala berada dikedalaman sekitar 850 meter dibawah permukaan laut, maka sekujur tubuh kapal selam itu akan menerima tekanan sebesar 86 atm.

    Atau setiap sentimeter persegi tubuh kapal selam akan mendapat tekanan sekitar hampir 89 Kilogram, maka tekanan sebesar itu akan menyebabkan terjadinya IMPLOSION pada tubuh kapal selam.

    Artinya tekanan sebesar itu akan membuat sekujur dinding luar kapal selam itu melesak kedalam, lalu remuk dan meledak hancur kearah bagian dalam kapal selam.

    Tingkat horor yang lebih menakutkan bagi awak Kapal selam daripada kehabisan oksigen, jika hanya kehabisan oksigen maka jasad para awak kapal selam masih utuh didalam kapal selamnya.

    Ada yang bertanya : “Mengapa saat berada dikedalaman tersebut, awak kapal selam tidak berusaha keluar lalu berenang ke permukaan laut?”.

    Hmm…
    Pada saat itu, jika keluar dari kapal selam maka tubuh para awak kapal selam akan sama dengan di injak lebih dari 100 ekor hewan Gajah Afrika yang ditumpuk keatas.

    Jadi : Tetap berada didalam kapal selam atau keluar maka resikonya sama yaitu Ajal.

    Untuk seluruh Ksatria Awak KRI Nanggala-402

    Ya Allah, Ampunilah mereka, maafkanlah mereka dan tempat-kanlah mereka di tempat yang mulia (Surga), luaskan kuburan mereka, mandikan mereka dengan air salju dan air es.

    Bersihkan mereka dari segala kesalahan, sebagaimana Engkau membersihkan baju yang putih dari kotoran, Berilah rumah yang lebih baik dari rumahnya mereka di dunia, Berilah keluarga di Surga yang lebih baik daripada keluarga mereka di dunia, Istri yang lebih baik daripada istri mereka didunia, Dan masukkan mereka ke Surga, jagalah mereka dari fitnah kubur (siksa kubur) dan Neraka.

    Aamiin aamiin aamiin
    Ya Rabbal alamin

    (They didn’t die, they commence their final mission, to guard the seas for eternity)

    Mereka tidak karam juga tidak hancur, Justru mereka telah memulai pelayaran panjang menjaga lautan Nusantara tercinta 🤲

    Barbareto
    Barbareto
    Informatif dan Menginspirasi

    Latest articles

    spot_img

    Related articles