TGB: Agama Sebagai Sumber Inspirasi

0
185
TGB: Agama Sebagai Sumber Inspirasi
Foto: Ketua Organisasi Internasional Alumni Al Azhar Indonesia (OIAA) yang juga Ketua Umum PB NWDI, Dr. KH. M. Zainul Majdi, MA.

BARBARETO.com | Balai Litbang (Balitbang) Agama Semarang bekerja sama dengan UIN Mataram menghadirkan Seminar Panel dan Ekspos Produk Kelitbangan pada Senin 23 Mei 2022 di Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram.

Hadir sebagai Keynote speaker pada acara tersebut, Ketua Organisasi Internasional Alumni Al Azhar Indonesia (OIAA) yang juga Ketua Umum PB NWDI, TGB Dr. KH. M. Zainul Majdi, MA., bersama Rektor UIN Mataram Prof. KH. Masnun Thahir yang juga Ketua PWNU NTB.

TGB Dr. KH. M. Zainul Majdi, MA., bersama Rektor UIN Mataram Prof. KH. Masnun Thahir yang juga Ketua PWNU NTB.
Foto: TGB Dr. KH. M. Zainul Majdi, MA., bersama Rektor UIN Mataram Prof. KH. Masnun Thahir yang juga Ketua PWNU NTB.

Ada banyak hal yang sangat menarik yang disampaikan oleh Tuan Guru Bajang (TGB) Dr. KH. M. Zainul Majdi, MA.

Sebelumnya, TGB membagi pengalamannya sebagai Ketua alumni Al Azhar di Indonesia melanjutkan legacy Prof. Quraisy Syihab.

Grand Syekh Al Azhar dan organisasi yang dipimpinnya menitikberatkan perhatian terkait dengan isu keislaman dan kemanusiaan.

“Kehidupan beragama yang sehat adalah tuntutan yang harus diwujudkan. Salah satu caranya adalah dengan mengembangkan kolaborasi. Terma “Lita’arafu” dalam Al Qur’an yang secara literal artinya saling mengenal juga harus kita artikan sebagai saling belajar, saling mengisi. Kolaborasi adalah tuntunan zaman yang tidak bisa lagi ditinggalkan,” ujar TGB.

Baca juga : TGB Sebut Warga Indonesia Adalah Cerminan dari Ajaran Rasulullah

Selain hal tersebut, TGB juga menyampaikan pesan untuk para akademisi di UIN Mataram, bahwa penelitian keagamaan itu bukan “iadatul kalam”, bukan seperti gema yang berulang-ulang.

“Harus terus menggali kebaharuan-kebaharuan agar agama terus menjadi inspirasi,” lanjut TGB.

TGB menyampaikan bahwa nasib agama hari ini dan ke depan ditentukan oleh para juru bicara agama bukan oleh teks agama.

Jika mereka hadir dengan narasi yang mencerahkan dan menyatukan maka itulah gambaran masa depan agama kita.

“Maka para akademisi dan mahasiswanya harus menjadi juru bicara agama yang menyampaikan teks agama secara tepat, menyentuh hati dan memeluk semua umat beragama sehingga Islam menjadi rahmatan lil ‘alamin,” pungkas TGB.