Lombok Timur, barbareto.com – Lombok Research Center (LRC) menggelar Diskusi Terbatas bertajuk “Strategi Kebijakan Lombok Timur dalam Adaptasi dan Mitigasi Perubahan Iklim Sektor Pertanian untuk Menekan Kemiskinan Ekstrem” pada Kamis sore (15/10), berlokasi di Seco Coffee.
Diskusi ini menghadirkan Wakil Bupati Lombok Timur H. Moh. Edwin Hadiwijaya sebagai narasumber utama, dengan peserta sejumlah jurnalis dari berbagai media.
Diskusi tersebut diharapkan menjadi ruang konsolidasi gagasan dalam merumuskan langkah strategis menghadapi tekanan perubahan iklim yang semakin nyata terhadap sektor pertanian dan kesejahteraan masyarakat.
Dalam pemaparannya, Wakil Bupati menegaskan bahwa perubahan iklim dan fenomena El Nino telah memberikan tekanan besar terhadap perekonomian daerah, khususnya sektor pertanian.
El Nino memperpanjang musim kemarau, menurunkan ketersediaan air irigasi, dan berpotensi memundurkan musim tanam hingga sekitar dua bulan.
Kondisi itu, lanjutnya, menempatkan Lombok Timur, terutama kawasan selatan seperti Sakra, Keruak, dan Jerowaru yang banyak berupa lahan tadah hujan pada posisi rentan terhadap kekeringan.
Wakil Bupati menekankan bahwa dampak perubahan iklim tidak hanya bersifat ekonomi, tetapi juga sosial. Penurunan hasil panen, kenaikan harga pangan, dan hilangnya penghasilan petani berpotensi memperbesar risiko kemiskinan ekstrem, ketegangan rumah tangga, serta meningkatkan kerentanan perempuan terhadap kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).
“Oleh karena itu, kebijakan adaptasi iklim perlu diintegrasikan,” ujarnya.
Ia memaparkan bahwa arah kebijakan Pemerintah Kabupaten Lombok Timur periode 2027–2029 akan berfokus pada adaptasi terhadap kebijakan dan program pemerintah pusat, serta penyelarasan program antara Pemerintah Kabupaten, Pemerintah Provinsi NTB, dan Pemerintah Pusat. (gok)
