Lombok Timur, barbareto.com – Lalu Sahrandi resmi mendaftarkan diri sebagai bakal calon Kepala Desa Rarang, Kecamatan Terara, Lombok Timur, pada Selasa (27/10/2026).
Pria yang akrab disapa Miq Sahrandi itu datang ke sekretariat panitia Pilkades 2027 dengan berjalan kaki dari rumahnya, tanpa pengawalan dari pendukung, sembari menenteng sendiri berkas persyaratan.
Keputusan berjalan kaki itu bukan tanpa alasan. Miq Sahrandi ingin menyapa masyarakat sepanjang perjalanan. Menurutnya, tidak ada sekat antara dirinya dengan warga setempat.
“Sudah menjadi keseharian saya berbaur dengan masyarakat,” ujarnya. (27/10/2026)
Di sekretariat panitia, sejumlah pendukung yang telah menunggu tampak sederhana. Ada yang mengenakan celana pendek, sarung, hingga topi petani. Suasana keakraban pun terlihat jelas dalam proses pendaftaran tersebut.
Fokus pada Pemberdayaan Pemuda
Dalam pencalonannya, Miq Sahrandi menegaskan komitmennya memberdayakan pemuda setempat, terutama yang belum memiliki pekerjaan.
Ia bertekad agar seluruh anak muda di Desa Rarang dapat memperoleh pekerjaan yang lebih baik agar dapat meningkatkan derajat ekonomi mereka.
Salah satu programnya adalah pemberdayaan bagi pemuda kurang mampu yang berniat bekerja ke luar negeri. Mereka akan digratiskan dalam proses keberangkatan.
Program ini dinilai relevan mengingat Desa Rarang merupakan salah satu penyumbang Pekerja Migran Indonesia (PMI) terbanyak di Lombok Timur.
“Saya ingin bekerja sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh masyarakat,” ujar Sahrandi merumuskan visinya.
Santunan dan Transportasi Gratis
Selain program pemberdayaan pemuda, Lalu Sahrandi juga menawarkan beberapa misi menarik. Ia akan memberikan santunan kepada masyarakat yang terkena musibah, seperti jika ada kematian dari anggota keluarga.
“Kalau desa tidak sanggup, maka masih ada rezeki pribadi yang akan saya sumbangkan,” katanya.
Ia juga mencanangkan pelayanan transportasi gratis bagi peserta didik yang berasal dari Desa Rarang.
Pengalaman Hidup yang Membentuk Karakter
Perjalanan hidup Miq Sahrandi terbilang penuh liku. Ia pernah bekerja sebagai PMI di Korea Selatan pada 1999 hingga 2002 di bidang operator mesin.
Setelah itu, ia sempat ke Jepang untuk mencari pekerjaan layak. Ia juga mengembara di Jakarta selama 25 tahun dan menjalani berbagai pekerjaan untuk bertahan hidup.
“Bagi saya, kehormatan seorang lelaki adalah bekerja keras,” tegasnya.
Sebelum mencalonkan diri, Dia diketahui pernah menjabat sebagai Penjabat PAW di Desa Rarang. Pengalaman organisasi dan kerja kerasnya menjadi bekal dalam mencalonkan diri sebagai kepala desa.
Dari sosok Lalu Sahrandi, banyak pembelajaran yang bisa dipetik, terutama tentang kerja keras. Kendati dengan segala keterbatasan, tekadnya yang kuat selalu menyertainya di setiap langkah untuk mengubah hidup ke arah yang lebih baik. (gok)
