Gelar Aksi di Depan Gedung DPRD NTB, Berikut Beberapa Poin Tuntutan Mahasiswa

0
223
Gelar Aksi di Depan Gedung DPRD NTB, Berikut Beberapa Poin Tuntutan Mahasiswa
Foto : Massa Aksi Demo 11 April

barbareto.com | Ribuan mahasiswa dari berbagai wilayah diantaranya Lombok Timur, Lombok Barat dan Kota Mataram mulai membanjiri jantung pemerintah NTB sejak Pukul 09.00 wita. Massa aksi dari berbagi kampus tersebut berkumpul di masjid raya At Taqwa dan Islamic Center dan mulai long march ke depan Kantor DPRD Provinsi NTB.

Mahasiswa itu sendiri merupakan gabungan dari seluruh perguruan tinggi negeri dan swasta serta organisasi elemen mahasiswa, seperti HMI, IMM, KAMMI, FMN, LMND.

Kordinator Umum aksi Rohman Rofiki sekaligus Ketua LMND Lotim menyatakan, aksi yang dilakukan merupakan gerakan moral atas kacaunya tata kelola negara, terutama dalam segi ekonomi, politik dan hukum.

“Minyak goreng tidak bisa diurus, BBM melambung tinggi, kemudian mau tiga periode, ini adalah bentuk kedzaliman kepada rakyat dan konstitusi,” tekan Mahasiswa Universitas Gunung Rinjani itu, Senin 11 April 2022.

Baca juga : Tak Hanya di Mataram, Penolakan Penundaan Pemilu Juga Disuarakan di Lotim

Terkait dengan itu, ditegaskan dia Presiden RI harus menentukan sikap yang tegas terhadap situasi kekinian, terutama terhadap wacana jabatan 3 periode yang digaungkan oleh beberapa menterinya.

“Presiden harus mengevaluasi jajaran kabinetnya, karena banyak yang tidak paham konstitusi dengan menggulirkan wacana yang inkonstitusional,” pungkasnya.

Ketua DPRD Provinsi NTB Hj Baiq Isvie Ruvaida seusai menemui massa aksi mengatakan, apa yang menjadi fokus tuntutan dari massa aksi akan disuarakan ke Presiden RI. Pihaknya bersama seluruh anggota dewan mendukung penuh beberapa point tuntutan tersebut.

“Kami akan bersurat ke Presiden. Kami mencatat ada empat point fokus tuntutan massa aksi, diantaranya kenaikan BBM, Minyak Goreng, kenaikan PPN serta penolakan penundaan pemilu,” ungkap Politikus Partai Golkar itu.

Dikatakan Isvie, apa yang disuarakan hari ini akan segera di bahas di internal dewan termasuk akan bertemu dengan Gubernur NTB. “Kami akan bahas di internal kami (DPRD NTB- red), Gubernur NTB juga akan kami panggil untuk bersama-sama merundingkan ini,” tambahnya.

Untuk itu Ketua Dewan dari dapil Lombok Timur itu menyatakan agar massa aksi tetap tenang, karena pihaknya di DPRD NTB sejalan dengan apa yang menjadi kegundahan masyarakat di NTB.