Rekayasa Lalu Lintas Dilakukan Polresta Mataram Hadapi Lebaran Topat, Begini Skemanya

0
168
Rekayasa Lalu Lintas Dilakukan Polresta Mataram Hadapi Lebaran Topat, Begini Skemanya
Foto: Rekayasa Lalu Lintas Dilakukan Polresta Mataram Hadapi Lebaran Topat

BARBARETO.com | Polresta Mataram menurunkan seluruh kekuatan personel dalam pengamanan perayaan Lebaran Topat guna antisipasi kepadatan arus lalu lintas, hari ini dilakukan rekayasa lalu lintas yakni di jalur menuju Senggigi, Kecamatan Batu Layar dan Jalur Lingkar Selatan.

Rekayasa tersebut dilakukan untuk menjaga situasi lalu lintas yang lancar dan aman.

Kapolresta Mataram melalui Kasat Lantas Kompol Bowo Tri Handoko, S.E., S.I.K., saat selesai apel gelar pasukan di Pantai Loang Baloq. Senin, (09/05/2022) mengatakan, “Pagi ini mulai dilakukan rekayasa lalu lintas arah ke Senggigi, Kecamatan Batulayar dan jalur Lingkar Selatan untuk mengurai kepadatan lalulintas di jalan,” terangnya.

Baca juga : Polresta Mataram Catat Banyak Pengendara Abaikan Keselamatan Lalu Lintas dan Prokes Covid-19

“Dengan pemecahan lajur menggunakan water barier dan beberapa Marka buatan dengan bambu dirangkaikan garis polisi kami gelar disepanjang jalur menuju Senggigi dan sepanjang Jalan Arya Banjar Getas jalur Pantai Loang Baloq”, tandasnya

“Masuk Kota Mataram jembatan pertama Meninting yang mengarah dari arah Senggigi ke Ampenan yang akan ditutup dan arus lalu lintas dari arah Senggigi dapat melalui jalur jembatan ke dua dan dapat diberlakukan dua jalur,” pungkasnya.

“Arus lalu lintas dari jalan Ireng Raya wajib belok kiri ke arah selatan dan bagi masyarakat yang melalui jalur Meninting diimbau untuk berhati-hati dalam berlalu lintas.

Kompol Bowo sebagai Kasatgas Kamseltibcar Lantas juga menegaskan akan mengalihkan kepadatan arus lalu lintas melalui jalur alternatif Simpang 3 Kebon Roek melalui jalan Adi Sucipto, Rembiga ke arah Gunungsari.

“Begitupun arus yang masuk kota maupun masuk ke jalur lingkar selatan di Bundaran Jempong akan diberlakukan sistim buka tutup ke tempat-tempat obyek wisata,” ujarnya

Kompol Bowo juga menyampaikan seluruh rekayasa lalu lintas yang ada di Pos Pantau dan Pos Terpadu semua penerapan sistim buka tutup skala prioritas melihat situasi kepadatan arus lalu lintas.