Beranda Berita

TGB Kembali Kecam Konten Joget “Anco-anco” Lebih Banyak Tersebar di Media Sosial Ketimbang Pengajian

4
Foto: Ketum PB NWDI, TGB Dr. H. Muhammad Zainul Majdi saat menyampaikan tausyiah di Ponpes Darul Habib NWDI Praya

Lombok Tengah, barbareto.com – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI), Tuan Guru Bajang (TGB) Dr. H. Muhammad Zainul Majdi, kembali mengecam maraknya konten joget “anco-anco” yang tersebar luas di media sosial dan dikonsumsi oleh masyarakat.

Hal tersebut disampaikannya saat mengisi tausiyah pada acara Haflah Miladiyah ke-34 Pondok Pesantren Darul Habibi NWDI Praya dan Haul ke-9 TGH. Habib Thanthowi pada hari ini, Sabtu 17 Oktober 2026.

Dalam tausiyahnya, TGB meminta seluruh masyarakat untuk bersatu dan memperbanyak konten-konten positif di media sosial.

Menurutnya, jika tidak dilakukan, konten negatif seperti joget “anco-anco” akan terus menguasai jagat media sosial.

“Ahlul bathil itu sangat semangat untuk menyiarkan sesuatu. Coba lihat di media sosial, mana lebih banyak tayangan pengajian atau joget ‘anco-anco’? Lebih banyak joget ‘anco-anco’ karena mereka siarkan, mereka sebarkan supaya itu dianggap biasa, supaya itu dianggap sesuatu yang wajar,” terang mantan Gubernur NTB dua periode itu.

TGB menjelaskan bahwa ketidakseimbangan penyebaran konten menjadi persoalan utama. Ia mencontohkan, sebuah konten maksiat mungkin hanya dilakukan sekali, tetapi disiarkan hingga seribu kali. Sementara itu, pengajian yang digelar seratus kali justru hanya disiarkan satu kali.

“Mungkin jogetnya sekali, disiarkannya seribu kali. Kita pengajian seratus kali, disiarkan hanya satu kali. Akhirnya yang sedikit yang maksiat itu dianggap sebagai sesuatu yang biasa,” katanya.

Oleh karena itu, TGB mengajak para santri dan santriwati untuk lebih giat menyiarkan narasi-narasi kebaikan, khususnya tentang pengajian. Ia mendorong agar aktivitas mengaji di pondok pesantren didokumentasikan dan disebarluaskan melalui berbagai platform media sosial.

“Sampaikan anak-anak kita ketika mengaji di pondok pesantren, videokan mereka, isi penuh yang namanya Facebook, namanya Instagram, apa saja. Intinya konten yang baik-baik, supaya orang cinta pada kebaikan,” pungkas TGB. (gok)

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini