Dugaan Kasus BBM Oplosan Dalam Tahap Uji Klinis, Kadek: Kita Tunggu Hasilnya

0
131
Dugaan Kasus BBM Oplosan Dalam Tahap Uji Klinis, Kadek: Kita Tunggu Hasilnya
Foto : Tim Intelrem 162/WB telah mengamankan sebuah truk yang diduga mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) oplosan di Pom Bensin Pertamina 54-832-07 Jalan Sandubaya Mandalika, Bertais, Kecamatan Sandubaya Kota Mataram, pada Rabu 13 April 2022.

barbareto.com | Dugaan kasus pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) oplosan di Pom Bensin Pertamina Bertais, Sandubaya Kota Mataram terus berproses.

Bahkan saat ini sedang dilakukan Uji Klinis untuk memastikan apakah benar BBM tersebut oplosan dari BBM yang di subsidi.

Dijelaskan Kasat Reskrim Polresta Mataram, Kompol Kadek Adi Budi Astawa, pihaknya akan melakukan tindak lanjut penyidikan saat hasil uji klinis dari BBM tersebut keluar.

“Jum’at pagi kami sudah kirim ke Depo Pertamina, kemungkinan keluar hasilnya Senin pagi,” terang Kadek Sabtu 16 April 2022.

Sementara sambung Kadek, pihaknya di Polresta Mataram tetap melakukan pemantauan dan pengawasan terhadap ketersediaan stok BBM di masyarakat. Hal tersebut dilakukan sesuai dengan arahan Kapolda NTB.

“Sesuai arahan bapak Kapolda, kami melibatkan jajaran Babinkamtibmas yang ada, untuk memastikan ketersediaan stok BBM sampai dengan lebaran nanti,” imbuhnya.

Baca juga : Acuhkan Surat Edaran, Sejumlah SPBU di Lombok Tengah Masih Layani Pembelian Pertalite Dengan Jerigen

Informasi dihimpun sebelumnya, Tim Intelrem 162/WB telah mengamankan sebuah truk yang diduga mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) oplosan di Pom Bensin Pertamina 54-832-07 Jalan Sandubaya Mandalika, Bertais, Kecamatan Sandubaya Kota Mataram, pada Rabu 13 April 2022.

Saat diamankan, truk berwarna kuning dengan warna bak merah yang dikendarai oleh A asal Lombok Barat tersebut tengah mengisi BBM.

Namun BBM yang diisi tersebut tidak ke tangki truk itu sendiri, melainkan ke tangki yang sudah disediakan di dalam bak truk tersebut.

Diduga, pemilik truk tersebut mengoplos dua jenis BBM, yakni dengan membeli dua jenis BBM berbeda dengan jumlah yang sama dan dijadikan menjadi satu. BBM yang dioplos tersebut berjenis dexlite dan solar.

Berdasarkan informasi sementara, pelaku seringkali melakukan hal yang sama. Dan sering dilakukan pengisian pada malam harinya.

Dari hasil pemeriksaan dilapangan, ditemukan bahwa Nozle Pertamina memasukkan BBM melalui tangki kendaraan secara normal, namun BBM tersebut didorong menuju tiga tangki plastik dengan kapasitas masing-masing 1.000 liter, dengan mesin yang dimodifikasi khusus terpasang didalam tangki BBM kendaraan.