Pengukuhan PB NWDI, TGB Ingatkan Pentingnya Kolaborasi dan Hakikat Berorganisasi

0
326
Pengukuhan PB NWDI, TGB Ingatkan Pentingnya Kolaborasi dan Hakikat Berorganisasi
Foto : Tuan Guru Bajang Dr. TGKH. Muhammad Zainul Majdi, MA.

barbareto.com | Jajaran Pengurus Besar Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (PB NWDI) hasil Muktamar I Pancor, masa khidmat 2022-2027 resmi dikukuhkan.

Pengukuhan dilakukan di areal Masjid Nurul Bilad, Kuta Mandalika, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Rabu malam (30/3/2022).

Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum PB NWDI terpilih Tuan Guru Bajang (TGB) Dr. TGKH. Muhammad Zainul Majdi, MA., Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah, Wakil Gubernur NTB Hj. Sitti Rohmi Djalilah.

Sejumlah kepada daerah seperti Bupati Lombok Timur H. M. Sukiman Azmy, Wakil Bupati Lombok Timur H. Rumaksi Sj., serta perwakilan sejumlah lembaga pemerintahan.

Dalam sambutannya, Ketua Umum PB NWDI Tuan Guru Bajang Dr. TGKH. Muhammad Zainul Majdi, MA., menyebut agenda pengukuhan sebagai momen yang bersejarah.

TGB mengungkapkan bahwa terdapat pesan simbolik di balik pemilihan lokasi pengukuhan di Masjid Nurul Bilad Mandalika.

“Pada malam hari ini kita berhimpun bersama di halaman Masjid Nurul Bilad, sebagai penanda daerah Mandalika yang bisa menjadi mercusuar Islam Rahmatan lil Alamin,” kata mantan Gubernur NTB dua periode itu.

“Mudah-mudahan diberkahi oleh Allah SWT,” sambung TGB.

TGB menyampaikan pentingnya konsep dakwah Islam mengedepankan prinsip soft power.

“Berdakwah, tidak harus menggunakan senjata. Tidak harus melalui kekerasan,” ujar TGB.

Dalam banyak peristiwa sejarah, Islam selalu mengedepankan konsep kearifan dalam berdakwah.

“Imperium Islam itu tidak selalu, atau bahkan seringkali ketika datang ke suatu tempat, yang membawanya bukanlah prajurit, tetapi ulama, orang-orang yang mencerminkan akhlak yang mulia,” ujar Ketua Organisasi Internasional Ikatan Alumni Al Azhar (OIAA) cabang Indonesia itu.

Salah satu bukti menurutnya yakni penyebaran Islam di Indonesia.

Tidak ada satupun prajurit Arab menginjakkan kakinya di tanah Nusantara tatkala menyebarkan Islam.

“Islam datang bukan dengan senjata, bukan dengan ketakutan, tetapi dengan akhlak, dengan kemuliaan pribadi dari pendakwah Islam,” ungkap cucu Pahlawan Nasional TGKH Zainuddin Abdul Madjid itu.

Baca juga : Kesederhanaan TGB Nonton MotoGP Membuat Alumni Al Azhar Terharu

Pentingnya Kolaborasi dan Kebersamaan

Di depan hampir ribuan keluarga besar NWDI yang hadir, TGB mengingatkan ihwal pentingnya merawat kolaborasi dan kebersamaan.

Dua hal tersebut, kata TGB merupakan pengejawantahan dari konsep dakwah Islam Rahmatan lil Alamin.

“Dakwah itu, intinya membangun kolaborasi,” kata Ketua Umum PB NWDI itu.

Keberagaman dalam tubuh umat merupakan tantangan yang mesti dijawab dengan penuh keyakinan.

“Keinginan untuk saling melengkapi, merupakan perwujudan dari dakwah,” kata TGB.

Khususnya dalam konteks berbangsa dan bernegara yang muaranya adalah kolaborasi dalam kebaikan.

“Kita perlu membangun sinergi, membangun kebersamaan. Kalau ada yang masih perlu dibenahi, kita benahi bersama. Yang memiliki kelebihan tertentu, bagi kepada yang lain, seperti itu saling mengisi,” ujar Doktor Tafsir Al-Quran itu, seraya berujar hal tersebut merupakan kekuatan dari umat Islam.

TGB mengajak kepada seluruh kader dan jamaah NWDI agar terus menujukkan perkhidmatan kepada umat.

“Insya Allah dengan kebersamaan kita semua, NWDI dapat menghadirkan perkhidmatan yang baik bagi masyarakat. Ber-NWDI hakikatnya harus mampu mencerminkan nilai-nilai Islam,” tegas TGB.

Hakikat Beroganisasi

Terakhir, peraih penghargaan Dai of The Year 2021 itu menjelaskan ihwal pentingnya berorganisasi.

“Berjamaah (berorganisasi, red) seperti, ini adalah amanah,” kata TGB.

Titik intinya adalah berkhidmat kepada Umat, Nusa dan Bangsa.

“Momen pengukuhan, ialah tonggak awal mengencangkan kembali nawaitu pengabdian kepada organisasi dan masyarakat,” ujar TGB

“Saya bersyukur, banyak yang dikukuhkan tadi itu adalah sahabat-sahabat saya yang sebelumnya tidak pernah mau berorganisasi, tapi Alhamdulillah sekarang ikut bersama kita di NWDI, itu menujukkan mudah-mudahan karena merasa NWDI ini menjadi rumah untuk kita bersama,” lanjut TGB diikuti tepuk tangan para hadirin.

Rumah besar, dengan kekurangan dan kelebihan kita masing-masing, itu yang akan menjadi spirit dan penguat membangun kolaborasi dalam beroganisasi.

“Mari kita sama-sama berkhidmat melalui NWDI, mudah-mudahan Allah memberkahi,” tutup TGB.